Showing posts with label Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC. Show all posts
Showing posts with label Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC. Show all posts

Tuesday, December 29, 2009

Kawah Putih-Ciwidey

Kawah putih?? Tempat apakah itu??
Bahasa sederhananya, kawah putih itu adalah kawah yang isinya air belerang yang tempatnya di Gunung Patuha. Belerang itu bikin kawah terlihat berwarna ijo keputihan,,pasir di sekelilingnya juga berwarna putih. Yang menambah apik adalah pohon-pohon yang notabene sudah ga berdaun alias kering dan tumbuhan khas lainnya. Di depan gerbang, dijelaskan bahwa jika pengunjung sudah batuk-batuk, pusing-pusing, sesak, filek, dll. tidak boleh ada di lokasi lebih dari 20 menit. Yaa,itu karena bau belerang yg untuk sebagian orang ga bisa menghirupnya..So,welcome  to Kawah Putih Ciwidey..

 

Nah,setelah melewati gerbang ini, kita ga langsung masuk ke lokasi lhoo,,butuh beberapa kilo lagi untuk masuk ke lokasi. Untuk yg bawa bis, disediakan mobil-mobil khusus untuk membawa pengunjung ke lokasi (sama kayak di tangkuban perahu). Kalo lg hujan, harus hati2 coz jalannya agak licin n ati2 juga sama tanjakan2..


nah,,nanti kita bakal nurunin beberapa anak tangga sambil diiringi alunan kecapi bapak2 lucu (coz pake kacamata item gaul n ikutan bgaya kalo dipoto). Naahh,,baru deh kita bisa nikmatin hawa n pemandangan kawah putih setelah ngelewatin perjalanan2 tadi..what should we do??surely u know the answer,,take some pics!!^^



================================= 
p.s. Alhamdulillaaaahh,,akhirnya ibu kita yang satu ini sudah dibebaskan oleh Hakim
dari dakwaan2 yang diajukan oleh ********** (u know laaa..haha.ntar kalo disebutin, kasus berlanjut ke ibu Dina,lg.kan berabe..).yippiee,,selamat ibu..jangan kapok untuk menyuarakan kebenaran. Hwaiting!!




Kompetisi Web/blog Kompas MuDA 2009

Persyaratan:
* Web/blog pribadi pelajar SLTA - Mahasiswa (15 - 22 th)
* Web/blog institusi SLTA
* Web/blog yang ditujukan untuk komunitas anak muda
* Untuk perseorangan atau tim, boleh mengirimkan alamat web/blog lebih dari satu.
* Bisa menggunakan top level domain sendiri atau subdomain atau memanfaatkan fasilitas blog gratisan

*Di halaman web/blog, harus menyertakan kata kunci: Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC, yang bisa terbaca secara mudah. Lokasi penempatan kata kunci itu bebas.
*Penilaian meliputi kualitas tulisan, desain, tingkat popularitas dan peringkat web/blog kamu di Google. Juri akan menggunakan mesin pencari Google.co.id untuk mengecek peringkat web kamu dengan kata kunci: Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC.
*Mencantumkan tautan balik (backlink) ke www.mudaers.com (sebuah link ketika diklik mengarah ke www.mudaers.com)
*Boleh memanfaatkan web/blog lama yang sudah ada atau bisa membuat web/blog baru.
*Web/blog yang dilombakan minimal memuat satu halaman tulisan (minimal 3.000 karakter termasuk spasi) dengan tema: Bangga Indonesia.
*Tulisan orisinal, tidak boleh copy-paste karya orang lain.
*Kirimkan alamat web/blog kamu ke email lombaweb@mudaers.com . Di email itu, cantumkan nama kamu, tempat/tgl lahir, alamat, nama sekolah/kuliah, nomor telepon, dan scan (bisa juga difoto) KTP/SIM/kartu pelajar/kartu mahasiswa. Subyek email adalah berupa alamat web/blog kamu.
*Link web/blog diterima panitia paling lambat 17 Februari 2010.

Hadiah Kompetisi:
Pemenang I : Uang Tunai Rp 3.000.000 Plus Hadiah Menarik
Pemenang II: Uang Tunai Rp 2.000.000 Plus Hadiah Menarik
Pemenang III: Uang Tunai Rp 1.000.000 Plus Hadiah Menarik


ikut??ikut yuuukk..
kita posting everything we must know bout Indonesia,,
kalo si dina ini..prefer to post everything bout place in Indonesia (esp. in hometown)
that we must know.....not just place,ding..laennya juga =p
CINTA INDONESIA! BANGGA JADI ORANG INDONESIA! BERGUNA TUK INDONESIA,,
masih inget tentang hadits ini,kan?
"Khairun naasi anfa'uhum linnaas"

Sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat untuk sesamanya (HR. Qudha'i)



Pulau Komodo,,VOTE! - Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC




Pulau Komodo masuk dalam Finalis 7 Keajaiban Dunia yang baru,lhooo...Begini profilnya :
Indonesia’s Komodo National Park includes the three larger islands Komodo, Rinca and Padar, as well as numerous smaller ones, for a total area of 1,817 square kilometers (603 square kilometers of it land). The national park was founded in 1980 to protect the Komodo dragon. Later, it was also dedicated to protecting other species, including marine animals. The islands of the national park are of volcanic origin. (Komodo).
Nahh,,aku juga ga tau gimana cara vote-nya..kalau ada yang tau,,kasih tau dooong..ak dah ikutin link ini untuk vote,,bute "the request page could not be found",,gitu katanya.. hiks hiks hiks..Untuk ranking akhir,,sedikit mengecewakan coz walaupun persentase-nya meningkat,,Pulau Komodo tercinta ga masuk dalam 7 peringkat,,malahan ada di peringkat agak bawah =( 





So, buat yang tau HOW TO VOTE,,kasi tau yaaaa^^
kita dukung situs kita sebagai salah satu dari tujuh keajaiban di dunia.
Here's the link : New7Wonders 


But,,in my opinion,, one of my seven wonders in the world is...
MY BAITII JANNATII ^^ Ohohoho,,


p.s. kok ada kata-kata Kompetisi Website Kompas MuDA - KFC ,sih??
yoi,,coz ak ikutan Kompetisi Web/blog Kompas MuDA 2009..Kamu ikutan,ga??
Ayoo,,ikutan!!! 

Nah,kalo pengen tau lebih lanjut,,mampir ke websitenya aja,yaahh..di : http://www.mudaers.com . Have to join yaahh!! Tunjukin kalo kita generasi muda Indonesia yang cerdas n kreatif dengan tulisan kita ^^..Kita juga bisa berkarya,,pake otak,ga pake otot =*

Friday, September 25, 2009

Masjid Sunan Ampel Surabaya



(ki-ka : mom and me)

Masuk ke daerah Ampel..seperti masuk dalam kawasan Makkah Al Mukaromah. Banyak orang keturunan Arab, rumah makan masakan timur tengah, n hawa panas seperti di arab.
Apalagi kalau kita masuk gang menuju kawasan masjid. Seperti suasana di pinggiran Al-Haram yang banyak pedagang2 jualan macem2 kaya baju, kerudung,mainan,dll. Ada juga toko parfum khas arab yang turut menyumbangkan bau-nya sehingga lengkaplah suasana keArab2an yang ada di Ampel ini..


Masuk dalam kawasan masjid,,kita akan disuguhi arsitektur masjid dengan gaya Jawa, dengan hiasan peziarah2 yang bermuka Jawa (hehe..gak nyambung ya?)..trus, kalau kita masuk ke jalan belakang menuju toilet, akan melewati tempat makam Sunan Ampel yang disekelilingnya terdapat gentong2 air..HATI2! Ini namanya praktek syirik,,kita tidak boleh percaya bahwa air tersebut air suci yang berkhasiat atau bisa menyembuhkan penyakit, atau selenting2an lainnya..coz yang paling bisa menyembuhkan segala penyakit hanya Allah SWT..apalagi kalau kita minum air tersebut untuk meminta rezeki..kan tidak ada hubungannya sama sekali..Soo, kita lewatkan saja gentong2 itu..
Shalat di Masjid Ampel....hawanya adem banget..yaa,namanya juga masjid,,hehe.kalo panas, malah dipertanyakan,,jangan2 kita syaitanirrajim..hihihi. Pintu2nya besaaarr, dibuat dari kayu asli yang sangaat tebal. Mungkin aja sekarang g bakal ada ukuran kayu yang setebal dan sebesar itu (ya iya laah,,hutan Indonesia dah pada abiss pohonnya)..
Yaa..cukup berkesan pernah menginjakkan kaki di sana, di umur kasep mengingat sidoarjo n surabaya ga seberapa jauh..hehehe.
Here it is, sekelumit sejarahnya :

Raden Achmad Rachmatulloh adalah seorang publik figur yang alim dan bijak serta berwibawa dan semakin banyak mendapatkan simpati dari masyarakat diusianya yang masih belia 20 tahun. Dan pada saat kedatangan beliau ke tanah jawa, beliau diberi kepercayaan oleh Raja Majapahit tempat untuk berda'wah dan sebagai tempat tinggalnya yang baru yaitu Ampel Dento (Surabaya).
Sebagai media berda'wah Raden Achmad mengajak para pengikutnya untuk membangun sebuah masjid pada tahun 1421 M. Masjid ini di bangun dengan gaya arsitektur jawa kuno dan nuansa arab islami yang sangat lekat. Raden Rachmad yang lebih dikenal sebagai Sunan Ampel wafat di Ampel pada tahun 1481. Yang di makamkan disebelah kanan depan masjid Ampel. samapai dengan tahun 1905 Masjid Sunan Ampel yang merupakan masjid terbesar kedua di Surabaya.
Kemudian oleh warga Ampel Masjid dan makam Sunan Ampel dibangun sedemikian rupa agar orang- yang ingin melakukan sholat di masjid dan berziarah dapat merasa nyaman dan tenang. Hal ini tampak jelas dengan dibangunnya lima Gapuro (Pintu Gerbang) yang merupakan simbol dari Rukun Islam.
 Oiya,cerita lagi..si adek2 sepupu yang cowo kecil2, seneng banget ma wudhu spot-nya,,coz ada air2 yang ketampung di tempat pembuangannya..(gimana yah? agak susah mendeskripsikannya..). For me, i like gerbang masuk spot n i hate the toilet..bauu.






Saturday, September 19, 2009

Lovely City...SIDOARJO


Kabupaten
Sidoarjo sebagai salah satu penyangga Ibukota Propinsi Jawa Timur merupakan daerah yang mengalami perkembangan pesat. Keberhasilan ini dicapai karena berbagai potensi yang ada di wilayahnya seperti industri dan perdagangan, pariwisata, serta usaha kecil dan menengah dapat dikemas dengan baik dan terarah.
Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia yang memadai, maka dalam perkembangannya Kabupaten Sidoarjo mampu menjadi salah satu daerah strategis bagi pengembangan perekonomian regional.
Kabupaten Sidoarjo terletak antara 112 5’ dan 112 9’ Bujur Timur dan antara 7 3’ dan 7 5’ Lintang Selatan. Batas sebelah utara adalah Kotamadya Surabaya dan Kabupaten Gresik, sebelah selatan adalah Kabupaten Pasuruan, sebelah timur adalah Selat Madura dan sebelah barat adalah Kabupaten Mojokerto.

Topografi
:
·         Dataran Delta dengan ketinggian antar 0 s/d 25 m, ketinggian 0-3m dengan luas 19.006 Ha, meliputi 29,99%, merupakan daerah pertambakkan yang berada di wilayah bagian timur
·         Wilayah Bagian Tengah yang berair tawar dengan ketinggian 3-10 meter dari permukaan laut merupakan daerah pemukiman, perdagangan dan pemerintahan. Meliputi 40,81 %.
·         Wilayah Bagian Barat dengan ketinggian 10-25 meter dari permukaan laut merupakan daerah pertanian. Meliputi 29,20%
Hidrogeologi
:
Daerah air tanah, payau, dan air asin mencapai luas 16.312.69 Ha. Kedalaman air tanah rata-rata 0-5 m dari permukaan tanah.
Hidrologi
:
Kabupaten Sidoarjo terletak diantara dua aliran sungai yaitu Kali Surabaya dan Kali Porong yang merupakan cabang dari Kali Brantas yang berhulu di kabupaten Malang.
Klimatologi
:
Beriklim topis dengan dua musim, musim kemarau pada bulan Juni sampai Bulan Oktober dan musim hujan pada bulan Nopember sampai bulan Mei.
Curah Hujan
:
Jumlah Curah Hujan (CH=mm) dan Hari Hujan (HH) Di Kabupaten Sidoarjo per tahun adalah sebagai berikut:


No.
Tahun
Jumlah STn Hujan
Curah Hujan
Hari Hujan
Hujan Rata-Rata
1.
1995
31
29.466
1.452
20.29
2.
1996
31
22.862
1.105
20.69
3.
1997
31
19.937
964
20.68
4.
1998
31
76.521
3.497
21.88
5.
1999
31
2.440
113
21.53
6.
2000
31
2.483
107
23.20
7.
2001
31
2.786
119
23.38
8.
2002
31
2.054
94
21.87
9.
2003
31
2.735
106
25.92
10.
2004
31
2.257
99
22.89
11.
2005
31
2.635
128
20.54

Struktur Tanah
Alluvial kelabu seluas 6.236,37 Ha
Assosiasi Alluvial kelabu dan Alluvial Coklat seluas 4.970,23 Ha
Alluvial Hidromart seluas 29.346,95 Ha
Gromosal kelabu Tua Seluas 870,70 Ha
(www.sidoarjokab.go.id,18 Oktober 2007)

Menurut situs yang dikeluarkan oleh Pemda Sidoarjo (http://www. sidoarjokab.go.id/?content=04-produk_unggulan/01produk_perindustrian.htm),yang menjadi produk unggulan perindustrian yang bahan bakunya adalah hasil pertanian adalah tas, koper, sandal, sepatu, dompet(sub sektor peternakan) serta petis, terasi, dan kerupuk ikan (sub sektor perikanan).
Produk-produk unggulan tersebut merupakan produk-produk industri yang pendistribusiannya sudah mencapai luar negeri. Sehingga sangat berimbas pada pemasukan keuangan ke Kabupaten Sidoarjo sendiri.
Kecamatan Tanggulangin merupakan salah satu sentra industri tas dan koper. Produk yang dihasilkan perajin Tanggulangin ini terkenal halus hasilnya dan digemari konsumen lokal maupun mancanegara. Produk yang sudah dirintis sejak tahun 1913 ini selain dipasarkan ke pasar lokal, juga diekspor ke Amerika, Kanada, Hongkong, dan Korea.( http://www.kompas.com/kompas-cetak/0203/19/nasional/ kabu08.htm,18 Oktober 2007).
Kerupuk adalah salah satu jenis makanan khas Indonesia yang sangat digemari. Hampir setiap daerah memiliki ciri khas kerupuk masing-masing, yang terkadang juga identik dengan nama daerah tempat asalnya itu. Ada Kerupuk Palembang dari Sumatera Selatan, ada Kerupuk Padang Pasir ala Kediri, Jawa Timur (Jatim), dan jika berbicara soal kerupuk udang, Kabupaten Sidoarjo tentunya merupakan tempatnya. Produksi kerupuk udang di Sidoarjo sebagai salah satu produk makanan nyamikan teman makan nasi sekarang ini mampu merambah seluruh pasaran di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta. Selain itu, kawasan lain di luar Pulau Jawa seperti Bali, Medan, Pontianak, dan Kalimantan juga menjadi daerah pasaran tetap produk makanan ini. Bahkan, menurut Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo, selain dikenal sebagai sentra produksi kerupuk udang, beberapa kawasan di Sidoarjo juga menjadi tempat pelatihan membuat kerupuk udang. Salah satu lokasi yang sering dikunjungi berada di Desa Kedungrejo, Kecamatan Jabon, sekitar 21 kilometer arah selatan pusat kota. (http://www.kompas.com/kompas-cetak/0203/19/nasional/komo08.htm,18 Oktober 2007).
Terasi merupakan produk ikan setengah basah yang dibuat dari udang atau ikan-ikan kecil yang dicampur dengan garam, kemudian diragikan. Terasi digunakan sebagai bahan penyedap masakan seperti pada masakan sayuran, sambal, rujak, dan sebagainya. Sebagai bahan makanan setengah basah yang berkadar garam tinggi, terasi dapat disimpan berbulan-bulan. (http://www.warintek.ristek.go.id/ pangan/ikan,%20daging,%20telor%20dan%20udang/terasi.pdf, 18 Oktober 2007). Sedangkan petis adalah komponen dalam masakan Indonesia yang dibuat dari produk sampingan pengolahan makanan berkuah (biasanya dari pindang, kupang atau udang) yang dipanasi hingga cairan kuah menjadi kental seperti saus yang lebih padat. Dalam pengolahan selanjutnya, petis ditambah karamel gula batok. Ini menyebabkan warnanya menjadi coklat pekat dan rasanya manis. (http://id.wikipedia.org/wiki/Petis, 18 Oktober 2007). Sidoarjo merupakan salah satu pusat produksi terasi dan petis, di antaranya : Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati; Desa Balong Bendo, Kecamatan Candi; Desa Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo. Pemasaran prdouk terasi dan petis Sidoarjo ini sudah mencapai Jawa, Kalimantan, bahkan Timur Tengah.
Seperti yang dilansir oleh situs sidoarjo.sytes.net/bappekab/03-doc-rencana/DOK%20RPJMD/BAB%20II.doc, kenaikan nilai investasi di Kabupaten Sidoarjo dapat dikatakan sangat berhasil, dibandingkan dengan tahun 2004, prosentase tingkat capaiannya terdapat kenaikan 23,24% dimana nilai investasi dalam tahun 2004 sebesar Rp.1.533.101.000.000,00 dari 1.283 unit usaha sedang dalam tahun 2004 meningkat, realisasi sebesar Rp. 1.889.374.000.000,00 dari 1.370 unit usaha.
Selain itu, adanya industri yang berkembang dari produk-produk unggulan di Sidoarjo membawa efek yang lain. Tahun 2005 jumlah industri kecil yang ada di Kabupaten Sidoarjo mengalami kenaikan  sebanyak 58 industri jika dibandingkan dengan tahun 2004,  jumlah industri kecil non formal (jumlah kerajinan) mengalami kenaikan sebesar 430 buah industri dan Industri Besar mengalami kenaikkan  sebanyak 50 buah. Efek langsung dari perkembangan jumlah industri adalah meningkatnya jumlah penyerapan tenaga kerja oleh sektor industri. Pada awal tahun 2001 jumlah tenaga kerja yang terserap oleh sektor industri sebanyak 142.704 orang, dan pada akhir tahun 2005 mencapai 159.141 orang, atau meningkat 19,58 % dari kondisi awal tahun 2001. (sidoarjo.sytes.net/bappekab/03-doc-rencana/DOK%20RPJMD/BAB%20II.doc,18Oktober2007).


Namun, ada pula kendala-kendala yang dihadapi oleh produsen produk-produk unggulan tersebut. Misalnya saja masalah lemahnya akses pasar yang berimbas pada terhambatnya distribusi, diatasi dengan kegiatan yang dibuat oleh pemerintah daerah Sidoarjo. Kegiatan yang menunjang adalah kegiatan Pembangunan Pasar Porong Baru Paket 1 dan Paket 2 (yang sampai dengan 31 Desember 2005 belum dapat digunakan), rehabilitasi pasar dan prasarananya. Kegiatan tersebut mampu meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa yang dihasilkan oleh pengusaha Industri Kecil dan Menengah, karena tanpa terdistrisbusikannya produk dari pengusaha tersebut, maka ini berarti tidak kembalinya modal mereka dan dapat mengakibatkan matinya usaha mereka. Kegiatan pembangunan dan rehabilitasi pasar pada tahun 2005 mampu meningkatkan jumlah pedagang yang ada di pasar daerah sebanyak 115 orang. Dengan adanya penambahan pedagang pasar tersebut berarti jumlah barang yang beredarpun semakin bertambah dan ini berarti kelancaran distribusi  barang semakin lancar. (sidoarjo.sytes.net/bappekab/03-doc-rencana/DOK%20RPJMD/BAB%20II.doc, 18 Oktober 2007).
Selain itu, yang sudah diketahui secara umum bahwa saat ini Sidoarjo sedang dilanda musibah lumpur panas terjadi sejak kurang lebih 1,5 tahun yang lalu. Ini juga mempengaruhi produksi industri di Sidoarjo, karena daerah yang terkena musdibah merupakan daerah industri. Selain itu, adanya lumpur panas ini mengakibatkan terhambatnya akses industri, seperti yang terjadi pada industri tas di Tanggulangin.
Para perajin tas dan koper di wilayah Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, melakukan langkah-langkah penyelamatan terhadap masa depan usaha yang terus terpuruk akibat dampak lumpur Sidoarjo. Menurut Ismail Syarif, Ketua Asosiasi Pengusaha Tanggulangin (APTA), pihaknya berharap para perajin diselamatkan dari kebangkrutan. Sebab saat ini, kondisi usaha menurun tajam akibat dampak dari lumpur. Padahal, di wilayah kerja para perajin tas dan koper, sebenarnya masih sangat aman dan jauh dari pusat semburan lumpur. (http://www.sinarharapan.co.id/ berita/0707/13/nus02.html, 18 Oktober 2007).
Dan solusi yang ditawarkan oleh produsen adalah agar dibuka pintu tol baru di Tanggulangin pada akses jalan tol koridor Sidoarjo-Porong. Selain membuka pintu tol di Tanggulangin, para perajin bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim berupaya menggairahkan sentra tas dan koper di Tanggulangin, di antaranya dengan promosi di sejumlah kota, Surabaya, Malang dan Jakarta.
Ia mengakui, karena informasi yang berlebihan terhadap banjir lumpur, membuat omzet usaha para perajin turun hingga 70 persen.
Bahkan, kecenderungan menurun itu terus terjadi dari bulan ke bulan selama setahun terakhir ini. (http://www.sinarharapan.co.id/ berita/0707/13/nus02.html, 18 Oktober 2007).
Solusi lain adalah kegiatan SKPD di antaranya Bimbingan Tekonologi dan Bantuan Stimulan pada industri kecil yang ternyata mampu meningkatkan pengetahuan pelaku usaha industri kecil tentang teknologi tepat guna yang selama ini belum dipahami, di antaranya teknologi tepat guna tentang  pengolahan industri krupuk, sepatu dan Logam. Peningkatan pengetahuan ini ditandai dengan telah mampunya pengusaha kecil untuk menggunakan peralatan dan bahan yang diberikan sebagai stimulan. Diharapkan di tahun mendatang dapat meningkatkan produktivitasnya dan pada akhirnya mampu menjadi pengusaha yang mandiri dan mampu meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan pelaku usaha. (sidoarjo.sytes.net/bappekab/03-doc-rencana/DOK%20RPJMD/BAB%20II.doc, 18 Oktober 2007).
Jadi dari penjelasan tersebut, solusi-solusi yang sudah dijalankan oleh pemerintah daerah Sidoarjo diharapkan membuahkan hasil yang memuaskan, sehingga mampu mengatasi permasalahan umum yang selama ini ada yaitu:
-  Rendahnya daya saing produk secara global
-  Lemahnya akses pasar
-  Kurangnya pengetahuan tentang Teknologi Tepat Guna bagi kelancaran produksi.





Wednesday, May 27, 2009

Indonesia dan Kemiskinan Multidimensional


Indonesia dan Kemiskinan Multidimensional
Oleh : Dina Nur Fitriana

“Kami marah karena tra (tidak) dapat kartu BLT (Bantuan Langsung Tunai), padahal kami sudah mendaftar dan antre dari pagi.” Kalimat bernada pelan dan tampak menahan rasa perih akibat tiga butir peluru masih bersarang di pinggang kirinya, keluar dari mulut Lukas Talenggen, salah satu korban rusuh Puncak Jaya.”(Sinar Harapan, 16/10/2006).
Lukas meluapkan amarahnya dengan menyerbu kantor DPRD Puncak Jaya di Kota Batu, karena tidak mendapat kartu BLT, yang ia percaya mampu – paling tidak – memperbaiki ekonomi keluarganya. Namun, luapan kemarahan yang dikeluarkan justru berbuah tembakan untuknya. Apa BLT merupakan solusi tepat yang diambil pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan? Sebenarnya, apa itu kemiskinan?
Kemiskinan tidak hanya dikaitkan dengan kurangnya uang dan barang untuk memenuhi kebutuhan dalam hidup. Kemiskinan adalah keadaan adanya rasa kekurangan. Jika kita dalam keadaan sedang tidak ada ide, dinamakan miskin ide. Kurang sumber daya alam atau manusia yang dibutuhkan, miskin sumber daya. Segala keadaan dimana dirasakan kekurangan atau ketidakmampuan untuk memenuhi segala macam kebutuhan dan keinginan adalah kemiskinan.
Seperti yang dikatakan Chambers (dalam Nasikun) bahwa kemiskinan adalah suatu integrated concept yang memiliki lima dimensi, yaitu: 1) kemiskinan (proper), 2) ketidakberdayaan (powerless), 3) kerentanan menghadapi situasi darurat (state of emergency), 4) ketergantungan (dependence), dan 5) keterasingan (isolation) baik secara geografis maupun sosiologis.
Banyak sisi atau dimensi yang menyebabkan sesuatu dikategorikan masuk dalam keadaan miskin. Miskin ekonomi dalam hal kurangnya uang atau barang untuk memenuhi kebutuhan PSP (Pangan, Sandang, dan Papan) sering dianggap hal yang harus segera diselesaikan dengan memberikan langsung kebutuhan-kebutuhan itu pada yang tidak dapat memenuhinya. Padahal masalah yang sebenarnya adalah bisa jadi berawal di dimensi-dimensi lain seperti yang dipaparkan oleh Chambers.
Kemiskinan juga dapat dibagi dalam empat bentuk, yaitu:
a. Kemiskinan absolut: bila pendapatannya di bawah garis kemiskinan atau tidak cukup untuk memenuhi pangan, sandang, kesehatan, perumahan, dan pendidikan yang diperlukan untuk bisa hidup dan bekerja.
b. Kemiskinan relatif: kondisi miskin karena pengaruh kebijakan pembangunan yang belum menjangkau seluruh masyarakat, sehingga menyebabkan ketimpangan pada pendapatan.
c. Kemiskinan kultural: mengacu pada persoalan sikap seseorang atau masyarakat yang disebabkan oleh faktor budaya, seperti tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupan, malas, pemboros, tidak kreatif meskipun ada bantuan dari pihak luar.
d. Kemiskinan struktural: situasi miskin yang disebabkan karena rendahnya akses terhadap sumber daya yang terjadi dalam suatu sistem sosial budaya dan sosial politik yang tidak mendukung pembebasan kemiskinan, tetapi seringkali menyebabkan suburnya kemiskinan.
Perkembangan terakhir, menurut Jarnasy (2004) kemiskinan struktural lebih banyak menjadi sorotan sebagai penyebab tumbuh dan berkembangnya ketiga kemiskinan yang lain.
Kemiskinan juga dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu kemiskinan alamiah dan kemiskinan buatan (artificial).
a. Kemiskinan alamiah berkaitan dengan kelangkaan sumber daya alam dan prasarana umum, serta keadaan tanah yang tandus.
b. Kemiskinan buatan lebih banyak diakibatkan oleh sistem modernisasi atau pembangunan yang membuat masyarakat tidak dapat menguasai sumber daya, sarana, dan fasilitas ekonomi yang ada secara merata.
(Mas’oed, 1997).
Rumah-rumah megah yang dilihat PI di Jakarta, VIP di Bogor, atau Darmo di Surabaya ; mal-mal yang saban hari penuh oleh lautan orang, baik tua maupun muda; banyaknya orang yang sudah membawa telepon seluler; ataupun rumah-rumah yang kebanyakan sudah mempunyai televisi; membuat kita bertanya, apa benar kita masuk dalam kategori miskin?
Sekarang, mari kita lihat keadaan lain. Ketimpangan atau selisih yang sangat jauh dengan keadaan di atas jika kita melihat rumah-rumah yang ada di tepi sungai atau di bawah jembatan layang, sementara makin banyak juga barang-barang impor yang beredar dan super laris manis di pasaran, baik pangan maupun non-pangan; maskapai nasional kita yang sempat diboikot oleh Saudi Arabia; kebudayaan Indonesia yang dipatenkan oleh negara lain; banyaknya anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan, yang malah menjajakan koran atau mengamen; tidak mampunya kita bersaing dengan negara lain dalam hal pengembangan negara padahal mendapatkan kemerdekaan di masa yang sama; membuat kita bertanya sekali lagi, apa kita masuk dalam kategori miskin?
Keadaan kita yang bergantung pada negara lain dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan maupun non-pangan, tidak bisa berbuat apa-apa saat kebudayaan kita diambil begitu saja, saat maskapai nasional kita diboikot; tidak mampunya menyelesaikan masalah pendidikan yang merupakan masalah vital bagi masa depan bangsa; tidak mempunyai kita menghadapi persaingan global dalam perdagangan bebas, terbukti barang-barang kita yang banyak diklaim buruk karena tidak memenuhi standar mutu; ketidakberdayaan, ketidakmampuan menghadapi segala situasi, ketergantungan pada pasokan dari negara lain, apakah membuat kita masih bertanya lagi?
Ada istilah poverty trap atau perangkap kemiskinan. Perangkap yang membuat kita serba salah dan bingung untuk mengatasi kemiskinan dari sudut atau dari bagian yang mana. Karena permasalahan berasal dari permasalahan lain yang ujung-ujungnya kembali lagi pada permasalahan awal.
(gambar)

Istilah lain untuk keadaan seperti ini; sebagai ilustrasi dapat dikemukakan pandangan dari Jalaludin Rachmat (1999), bahwa produktivitas yang rendah, pendapatan yang rendah menyebabkan pendidikan rendah. Pendidikan yang rendah mengakibatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang rendah. Kualitas SDM yang rendah menyebabkan produktivitas yang rendah dan terus begitu. Rangkaian tersebut sering disebut sebagai vicious circle atau lingkaran setan kemiskinan.
Kemiskinan kultural juga terjadi dan merupakan salah satu penyebab timbulnya kemiskinan-kemiskinan lain, ini diungkapkan oleh Sendouw (2006) bahwa ternyata yang membedakan negara maju dan terkebelakang adalah sikap dan perilaku masyarakatnya yang telah dibentuk sepanjang tahun melalui pendidikan dan kebudayaan. Berdasarkan berbagai penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa mayoritas masyarakat di negara maju mengikuti prinsip-prinsip dasar kehidupan sebagai berikut: etika, kejujuran dan integritas, bertanggung jawab, hormat pada aturan/hukum, menghormati hak orang lain, cinta pada pekerjaan, mau bekerja keras, dan tepat waktu. Sementara di negara miskin, hanya sebagian kecil masyarakatnya yang mengikuti prinsip-prinsip tersebut.
Dan kita termasuk di dalamnya karena banyak contoh kasus yang membuktikan mental yang rendah dari bangsa Indonesia. Di tingkat elite, korupsi yang tak kunjung surut, dari birokrat, wakil rakyat sampai akademisi, pemalsuan ijazah demi mendapatkan tempat di kursi pemerintahan, atau pilkada yang selalu tidak sehat berujung pada tindak kecurangan. Setali tiga uang dengan kondisi masyarakat umum. Yang terjadi dengan Lukas Talenggen, maraknya tindak kriminalitas (pemerkosaan, pembunuhan, yang terkadang disebabkan oleh hal-hal yang sepele), yang lebih sederhana lagi, lihat saja para pengguna jalan, di lampu lalu-lintas yang telah menyala merah, pengendara seenaknya menyerobot, tidak mematuhi rambu, dan pemakaian helm atau sabuk pengaman. Tidak mencintai lingkungan, dengan membuang sampah sembarangan atau memakai listrik dan air secara berlebihan.
Permasalahan tentunya membutuhkan sebuah pemecahan atau solusi. Keluar dari lingkaran setan memang tidak mudah, namun bisa. Kemiskinan adalah sebuah fenomena multifaset, multidimensional, dan terpadu. Fenomena kemiskinan yang multidimensional, menuntut formulasi kebijakan yang multidimensional pula. Keliruan besar, apabila kebijakan dirancang parsial dan hanya fokus pada pembenahan ekonomi semata (Simanjuntak, 2007). Masih ada dimensi sosial, pertahanan, dan kultur yang harus diperbaiki pula. Jadi, mengatasi masalah multidimensional harus dilihat dari semua sudut sehingga akan membutuhkan jangka waktu yang lama. Waktu yang dibutuhkan nanti pasti akan sebanding dengan hasil yang didapat. Seperti jika kita terserang demam, belum tentu bisa disembuhkan hanya dengan obat penurun demam, karena bisa jadi permasalahan sebenernya adalah typhus. Dan tentu saja typhus diketahui dari pemeriksaan-pemeriksaan lebih lanjut serta penyembuhan yang bertahap.
Dalam Suharto (2007) dikatakan bahwa seringkali sebagian orang menganalogikan strategi pengentasan kemiskinan berupa teori ikan dan kail. Sering dikatakan bahwa memberi ikan kepada si miskin tidak dapat menyelesaikan masalah. Si miskin akan menjadi tergantung. Kemudian, banyak orang percaya memberi kail akan lebih baik. Si miskin akan lebih mandiri. Benarkah? Analogi ini perlu diperluas. Memberi kail saja ternyata tidak cukup. Meskipun orang punya kail, kalau ia tidak memiliki cara mengail ikan tentunya tidak akan memperoleh ikan. Pemberian keterampilan (capacity building) kemudian menjadi kata kunci dalam proses pemberdayaan masyarakat. Setelah orang punya kail dan memiliki keterampilan mengkail, tidak dengan serta merta ia dapat mengumpulkan ikan, jikalau lautan, sungai dan kolam dikuasai suatu kelompok. Karenanya, penanganan kemiskinan memerlukan pendekatan makro kelembagaan. Perumusan kebijakan sosial adalah salah satu piranti penciptaan keadilan yang sangat penting dalam mengatasi kemiskinan.
Keterampilan, pemberdayaan, dan kompetensi-kompetensi yang ditanamkan pada tiap bangsa tentu saja tidak terlepas dari bagaimana sistem pendidikan yang didapat. Sistem pendidikan harus benar-benar mewujudkan visi misi untuk mengasah tiap individu untuk memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk menghancurkan lingkaran setan kemiskinan, kemiskinan dalam dimensi yang beragam. Jadi, perlu sekali pemecahan permasalahan yang multi untuk menghadapi persoalan yang multi. Tentu saja diperlukan kerja sama antara seluruh pihak yang terkait. Percuma memiliki sumber daya alam yang cadas, tanpa sumber daya manusia cerdas. Teringat perkataan seorang da’i, bahwa menjadi lebih baik itu dimulai dari hal yang kecil, dari diri (negara) sendiri, dan dimulai sekarang juga.

KEPUSTAKAAN
Jalaludin, Rakhmat. 1999. Rekayasa Sosial, Reformasi atau Revolusi Remaja. Rosdakarya. Bandung.
Jarnasy, Owin. 2004. Keadilan, Pemberdayaan dan Penanggulangan Kemiskinan. Belantika.Jakarta.
Julia. 2006. Kami Marah karena “Tra” Dapat Kartu BLT. Sinar Harapan. 16 Oktober 2006.
Mas’oed, M. 1997. Politik, Birokrasi dan Pembangunan. Pustaka Pelajar Offset. Yogyakarta.
Nasikun, 1995, Kemiskinan di Indonesia Menurun, dalam Perangkap Kemiskinan, Problem, dan Strategi Pengentasannya, (Bagong Suyanto, ed), Airlangga University Press. Surabaya.
Recky Sendouw.2006.Mengapai Indonesia Miskin?. Harian Komentar . 10 Mei 2006.
Simanjuntak, D.A. 2007. Quo Vadis Kemiskinan di Banten. http://dahnilanzarsimanjuntak.blogspot.com [03 April 2008].
Suharto, Edi. 2007. Pendekatan Pekerjaan Sosial dalam Menangani Kemiskinan di Tanah Air. http://www.policy.hu/suharto/makIndo27.html [03 April 2008].
 
Free Website templatesFree Flash TemplatesFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates