Sunday, January 15, 2012

Puisi Hari Ibu dari Seorang Ibu

Cos every day is mother's day, no matter what day it is, this post will always has big meaning for everyone..
Di bawah ini adalah puisi yang dibuat oleh seorang ibu; salah satu ibu hebat juga (as my mom be) yang ada di dunia..

Puisi Hari Ibu  (Dumilah Ayuningtyas)
Menjelang  Hari Ibu
setahun sekali
Bulatan di kalender mengingatkan
Akan jasa perempuan yang menyabung nyawa
melahirkan, bertaruh hidup dan mati
sembilan bulan sebelumnya lalui masa  lemah yang bertambah lemah
kurang tidur di malam karena berulang menyusui
mengganti popok basah atau sekadar merapatkan selimut
mngusiri nyamuk
berjaga, tak sepicing matapun berani  lelap
saat  sang jantung hati demam tinggi

menjelang hari  ibu
setahun sekali , alarm berdering
mengingatkan  akan pengorbanan perempuan
yang giginya tanggal satu demi satu
karena tak  mampu membeli susu untuk dirinya sendiri
saat justru  mulut-mulut mungil tak  pernah kenyang menetek
perempuan sederhana   dengan  daster lusuh dipakai bertahun
menunda berulang membeli yang baru  supaya ada jajan  untuk anaknya

 pekan ke tiga bulan penghabisan tahun
seperti mesin memberi  pertanda
untuk kembali mengingat
ada seseorang yang  berjam-jam terkantuk menemani  belajar,
menyodorkan minuman hangat atau penganan
memijiti bahu yang kaku menekuni buku
menderas doa
membasahi sajadah lewat panjang munajat di penghujung malam
prihatin meminta  Azza Wajala turunkan malaikat agar lancar  kita ujian
lalu tangan lemahnya membesut  aliran air di pipi,  berbinar  mata tersenyum lebar
memeluk erat  bahu  kita saat kelulusan

sudah lama sekali
dulu, lapang waktu tersedia berhandai-handai
mendatangi Ibu untuk cerita panjang lebar  kadang tak jelas  arah Barat Timur
ikut  tertawa gelak Ibu oleh lelucon bodoh kita,
tapi sabar pula berdiam menerima  curahan keluh kesah dan tangisan patah hati kita

lalu kini ?
sudi maafkanlah    anakmu ini
jika mencukupkan setahun sekali
untuk  tersentak mengingatmu
malu-malu menelpon atau mengirim pesan singkat
“ selamat hari Ibu, kucinta padamu ”
merasa telah memadai karena membelikan karangan bunga
berganti-ganti,  bahan batik, cincin atau apa saja bingkisan untukmu
berkurang rasa bersalah karena engkau mengangguk penuh pengertian
bila banyak alasan kita sampaikan
ada tenggat waktu membuat laporan
ada projek besar  dengan keuntungan menjanjikan
ada calon klien prospektif yang harus dikejar
semua berjalan seperti itu, bertahun-tahun bagai kelaziman
hingga hari ini
terduduk lemas aku,  lunglai bagai tulang tak lagi menyangga tubuh
di dekatku seorang sahabat menggerung tangis
meraung di depan jenazah ibundanya
tak berhenti meratap :
“  ibu jangan pergi, jangan tinggalkan aku
aku belum bisa membahagiakanmu
tahun depan kita berhaji,
ibu capek ?  sini  aku pijati
Bu jangan  meninggal sekarang
ayo bu,  kita ngobrol  lagi
Bangun Bu, bangun, aku  ambil cuti untuk antar kemanapun kau ingin pergi..”
kenapa  ibu  mesti  wafat sekarang ?”

jangankan menghibur sahabat
kelu lidahku tak kuasa bicara  apapun
sembilu tajam mengiris-iris hati
tanpa suara, batinku menjerit, merutuki diri
ilahi Robbi
bodoh benar aku karena tak jua tahu
bahwa memuliakan  perempuan mulia yang biasa dipanggil ibu adalah mega proyek
bahwa pahala karena berbakti padanya adalah keuntungan tak terbilang
bahwa berkejaran dengan lanjutnya usia ibu adalah deadline
bahwa  Ibu  amat berharga sebagai “klien”  dan
berupaya membahagiakannya adalah bagian dari  orientasi “customer satisfaction”
bahwa catatan setiap kegiatan kecil tuk menyenangkan ibu
 menjadi  “report” yang akan dibawa malaikat
untuk  penunaian amanah   Nabi : “ ibumu, ibumu, ibumu, utamakanlah”

Duhai   Allah
hamba malu untuk meminta
menambah panjang daftar ajuan  doa
menyelipkan  di antara permohonan agar sukses karir jabatan berlimpah harta
 untuk  MAMPU MENJADI ANAK YANG BAIK BAGI IBU
masih adakah kesempatan  bagi hamba ?

Depok,  21 Desember 2011
Rabu hampir tengah malam, menjelang hari Ibu.
dipersembahkan  untuk almarhumah ibu tercinta
& bagi setiap mereka yang masih beruntung mempunyai ibu

2 komentar:

saidialhady said...

:((

sedih bacanya.. :(

tour and travel surabaya said...

sangat menyentuh..

Post a Comment

 
Free Website templatesFree Flash TemplatesFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates